Sabtu, 03 Januari 2015

Open Source Software

Open Source

      Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux.
Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet.
Pengembangan open source software melibatkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Maka bermunculanlah berbagai macam software yang dibuat berbasis open source ini yang dipublikasikan melalui internet. Pola open source ini telah melahirkan developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia.
Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.
Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.
Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.

Sejarah Linux
      Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.
Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.
Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun.
Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab.

Desain Linux
      Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.
Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.

Distribusi Linux
      Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).
Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.
Contoh-contoh distribusi Linux :
Ubuntu dan derivatifnya : Ubuntu Muslim Edition Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu
SuSE
Fedora
Mandriva
Slackware
Debian
PCLinuxOS
Knoppix
Xandros

      Mac OS X v10.5 “macan tulul” adalah terbaru di panjang baris Macintosh sistem operasi, termasuk berbagai fungsi dan penampilan changes.Mac OS terus berkembang hingga versi 9.2.2, namun tanggal arsitektur-retrofitted meskipun beberapa kali (misalnya, sebagai bagian dari PowerPC port, yang telah ditambahkan nanokernel dan Mac OS 8,6 dimodifikasi untuk dukungan Multiprocessing Layanan 2,0 di Mac OS 8,6) [48]-perlu dilakukan penggantian. Oleh karena itu, Apple memperkenalkan Mac OS X, yang terisi penuh overhauled Unix berbasis pengganti untuk Mac OS 9, menggunakan Darwin, XNU, dan Mach sebagai yayasan, dan berdasarkan selanjutnya. Mac OS X tidak dirilis ke publik hingga September 2000, sebagai Mac OS X Public Beta, dengan antarmuka Aqua. Pada US $ 29,99, diperbolehkan petualang Pengguna Mac Apple’s sampel untuk sistem operasi baru dan memberikan masukan yang sebenarnya untuk melepaskan. [49] awal rilis Mac OS X, 10.0 (Cheetah nicknamed), telah diluncurkan pada 24 Maret 2001. Mac OS lama masih dapat menjalankan aplikasi di bawah awal Mac OS X versi, menggunakan lingkungan disebut Classic (meskipun Apple telah dihapus dari Classic Mac OS X versi 10.5, “macan tulul”). Rilis berikutnya dari Mac OS X adalah 10,1 “Puma”, (25 September, 2001), 10,2 “Jaguar”, (24 Agustus 2002), 10,3 “Panther”, (24 Oktober 2003), 10.4 “Tiger”, (April 29, 2005) dan 10,5 “macan tulul” (26 Oktober 2007). Intel versi macan tulul menerima sertifikasi sebagai pelaksanaan Unix oleh Buka Group.
MacBook Pro adalah yang pertama untuk notebook Mac menggunakan prosesor Intel. Hal ini dirilis di Macworld 2006.

MacBook yang merupakan pertengahan rentang notebook dirilis pada 16 Mei, 2006.Partially karena kegagalan untuk memproduksi laptop-siap G5 keripik, Apple dihentikan penggunaan PowerPC mikro di tahun 2006. Pada WWDC 2005, Steve Jobs mengungkapkan transisi ini dan juga bahwa Mac OS X adalah dalam pembangunan untuk menjalankan keduanya di arsitektur Intel dan PowerPC dari sangat awal. Semua Mac baru sekarang menggunakan prosesor x86 yang dibuat oleh Intel, dan beberapa Mac diberi nama baru untuk menandakan sakelar. Intel berbasis Mac dapat menjalankan pra-ada PowerPC berbasis perangkat lunak menggunakan emulator bernama Rashid, Mesir, walaupun di nyata lambat kecepatan program asli, tetapi Classic lingkungan tidak tersedia. Dengan rilis Intel berbasis komputer Mac, potensi untuk menjalankan Windows secara native berbasis sistem operasi pada Apple hardware tanpa perlu software emulasi seperti Virtual PC diperkenalkan. Pada bulan Maret 2006, sekelompok hacker mengumumkan bahwa mereka dapat menjalankan Windows XP pada Mac berbasis Intel. Grup mereka telah dirilis sebagai perangkat lunak open source dan telah hidup untuk men-download pada situs web mereka. [50] Pada tanggal 5 April 2006 Apple mengumumkan ketersediaan versi beta publik mereka sendiri Boot Camp perangkat lunak yang akan memungkinkan pemilik komputer Mac berbasis Intel untuk memasang Windows XP pada mesin mereka; kemudian menambahkan dukungan untuk versi Windows Vista. Dimulai dengan Mac OS X 10.5, Boot Camp kini menjadi fitur standar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar